Sabtu, 11 Januari 2020

Tersenyumlah Jika Kamu Ingin Bahagia, Tertawa Juga Boleh Kok

Tertawa

adalah ungkapan kegembiraan, namun terkadang bisa juga ekspresi yang keluar ketika

seseorang melihat, membaca, menonton atau mendengar sesuatu yang lucu dan

menggelikan.


Saat

tertawa, kita melepaskan hormon Endorfin yang berfungsi menghilangkan efek

stres dan membangkitkan perasaan bahagia/senang. Selain berolahraga, tertawa

cukup ampuh untuk melepaskan hormon Endorfin, efeknya kita jadi lebih bahagia,

awet muda dan terhindar dari depresi berat.


Selain

tertawa dan berolahraga, terdapat cara lain untuk melepaskan hormon endorfin

seperti tersenyum, makan cokelat, makan makanan favorit yang bisa bikin hepi,

hubungan sosial (termasuk sosmed), berhubungan intim (dengan pasangan),

terlibat dalam gosip, minum ginseng, menghirup aroma vanili, makan cabai.











Monyet aja ketawa, masa kamu nggak?



Ah,

ternyata banyak cara untuk menjadi bahagia sayangnya masih ada saja alasan

untuk tidak merasa bahagia. Bahkan menghadapi hal sepele saja bisa

menghilangkan efek tertawa dan muka udah kayak makan asem tanpa garam, kecut

banget.


Tertawa

itu sangat baik untuk mengobati stres, terlebih jika kadarnya tidak berlebihan.

Seorang sepuh pernah bilang ke saya, tertawalah setidaknya 17 kali dalam

sehari.


Dan

lebih lanjut ia mengungkapkan, kalau

tertawa itu jangan sampai berlebihan juga misalnya lebih dari 50 kali, nanti

gigi dan gusi kamu malah jadi kering. Tak perlu juga tertawa sendiri atau

senyum-senyum sendiri, nanti di kirain kamu kurang setengah ons atau gak genap

sekilo. Kasian banget yak…


Sederhana

aja sih, saya biasanya sering bikin isteri saya ketawa kegirangan pas lagi

bikin jokes yang segar dan ringan sehingga mudah dicerna. Misalnya bikin

plesetan pas dia lagi cerita serius, tapi siap-siap aja dicubitin.


Dulu

itu, kami pernah lagi ngobrolin topik yang menarik. dalam oborolan kami, ia

menyebut nama Agus, salah seorang temannya waktu kuliah. Ia serius bercerita

dan saya juga lebih serius menyimak.


Di

akhir cerita saya nyeletuk begini, “ooo agus ya….AGUS= Anunya Gede, Ujungnya Sobek,” oooo hmmmm lanjut saya.


Sontak

istri saya langsung ketawa geli mendengar saya membuat plesetan AGUS. Ya, kamu

bisa bayangin dong gimana girangnya saya ketika berhasil membuatnya tertawa. Bisa

ngebayangin gak nih?


Katanya

sih baru kali ini dengar, yang biasa ia denger katanya “AGUS itu Agak Gundul Sedikit”.


Jokes

yang sederhana tapi berhasil membuatnya tertawa, selain terhibur isteri saya

juga makin sayang tentunya ama saya. Gak percaya, cobain aja sendiri, ingat

jangan lebay juga bikin jokesnya ntar malah garing.


Bahkan

saat menuliskan pengalaman saya ini, saya sambil tersenyum dan membayangkan wajah

kegembiraan anak dan isteri saya ketika saya pulang ke rumah. Ah nikmatnya…


Sepertinya

saya harus cukupkan dulu sampai disini, mungkin lain waktu boleh kita gerayangi

lagi hal apa saja yang bisa membuat kita tertawa selain jokes dan guyonan lucu.


 


Jangan

lupa seruput kopi dulu biar makin hepi…




Sumber er.com


EmoticonEmoticon